Tampilkan postingan dengan label Merencanakan Pelayaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merencanakan Pelayaran. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2021

Skala Peta

 


Skala Peta

Skala peta ialah perbandingan satu satuan panjang di peta dengan panjang yang sesungguhnya di bumi.

Macam-macam skala Peta :

  1. Skala umum (natural scale) ; ex. 1 : 80.000 = artinya satu satuan panjang di peta = 80.000 kali satuan tersebut dalam keadaan sebenarnya di bumi.
  2. Skala angka (numerical scale) ; ex. 1 cm = 10 km = artinya 1 cm di peta = 10 km pada keadaan sesungguhnya di bumi.
  3. Skala grafik (grafical scale) ; Di peta sering terdapat sebuah garis yang mempunyai pembagian dalam mil, yard, km atau m.   Jarak – jarak di peta ini kita ukur dengan memakai skala tersebut.

Pembagian Peta menurut kegunaannya :

Peta Ichtisar → Skala 1 : 600.000 atau lebih besar.  
- Skala kecil, meliputi daerah yang luas
- Detail peta tidak diperlukan
- Memberikan keterangan tentang variasi.  Dapat digunakan untuk menentukan track 
                pelayaran dari suatu tempat ke tempat yan lain    sebelum dipindahkan ke peta yang lebih 
                besar.
Peta Samudera (sailing chart) → Skala 1 : 600.000 atau lebih kecil.
- Dipakai untuk penyebrangan Samudera
- Details peta tidak diperlukan, karena perairannya tidak sesulit perairan antar pulau.
- Meliputi daerah yang luas.
Peta Antar Pulau (Peta Haluan, Peta Perantau, General chart).
- Skala antara 1 : 100.000 sampai dengan 1 : 600.000
- Digunakan untuk pelayaran antar pulau
- Details peta harus ada walaupun tidak seteliti peta pantai atau peta pelabuhan.
Peta Pantai (coast chart)
- Skala antara 1 : 50.000 sampai dengan 1 : 100.000
- Digunakan untuk mendekati / menjauhi pelabuhan / teluk
- Details peta mutlak diperlukan, demi kselamtan pelayaran.
Peta Penjelas
- Skala antara 1 : 50.000 atau lebih
- Digunakan untuk memperjelas navigasi di perairan sempit, berbahaya, dan ramai dilayari
- Details peta sangat mutlak diperlukan
Peta Pelabuhan (harbour chart, Peta Rencana)
- Skala antara 1 : 50.000 atau lebih
- Digunakan untuk mendekati / meninggalkan pelabuhan atau dermaga.  Juga untuk 
                merencanakan tempat berlabuh jangkar
- Detail peta sangat mutlak diperlukan atau lebih detail lagi. 



20 September 2021

Proyeksi Peta

 Proyeksi Peta adalah cara untuk menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi pada sebuah bidang datar (Peta laut). Hasil pemindahan ini tidaklah begitu baik seperti yang diharapkan, sehingga perlu dibuatkan proyeksi peta.
Kegunaan proyeksi peta adalah untuk maksud tertentu dapat dipakai peta yang cocok untuk kegiatan itu dan dapat memilih peta-peta dengan distorsi yang paling kecil sehingga bentuk peta yang terjadi lebih mendekati bentuk yang sebenarnya.

Proyeksi peta terbagi atas 3 (tiga)

  Proyeksi pada bidang datar (azimuthal projection )

  Proyeksi pada bidang kerucut (conical projection)

  Proyeksi pada bidang silinder (cylindrical projection)


Proyeksi pada bidang datar (azimuthal projection ) :


Proyeksi pada bidang silinder (cylindrical projection)


Pada proyeksi bidang datar terdapat proyeksi gnomonic, stereographic, dan orthographic.

Dari ketiga proyeksi pada bidang datar tersebut yang terkenal adalah proyeksi gnomonic


Sifat-sifat Proyeksi Gnomonic :

  Titik pusat proyeksi adalah titik pusat bumi.

  Pada proyeksi ini digunakan suatu bidang singgung globe.

  Titik-titik pada globe digambarkan pada bidang datar.

  Titik singgungnya dapat dipilih dikutub, dikatulistiwa atau sembarang.

  Proyeksi dari lingkaran besar merupakan garis lurus.

  Derajah-derajah dan katulistiwa selalu merupakan garis lurus.

  Derajah-derajah berkumpul dikutub.

  Derajah dari titik singgung tegak lurus katulistiwa dan jajar-jajar.


Peta Mercator

  Peta Mercator diketemukan oleh Gerdhard Kremer (Gerardus Mercator)

  Bentuk proyeksi ini sama dengan bentuk proyeksi silinder,  dimana silindernya menyinggung bola bumi dikatulistiwa dan titik pusat bumi adalah titik pusat proyeksi.

  Oleh karena bumi berbentuk bola itu tidaklah bulat benar maka hasil proyeksi tidak memberikan gambaran bumi yang mendekati bentuk yang sebenarnya

  Kesalahankesalahan yang paling jelas dan besar terdapat pada kutub, karena jari-jari bumi makin mengecil kearah kutub bila dibandingkan dengan jari-jari bumi dikatulistiwa.

  Peta Mercator yang dipakai sekarang ini bukanlah hasil proyeksi silinder semata-mata, tetapi merupakan hasil perhitungan matematika untuk lintang bertumbuh yang dilakukan oleh Edward Wright.

Perhitungan Mercator sebagai hasil perhitungan matematisnya Edward Wright mempunyai beberapa kelebihan antara lain :

  Garis lintang dan garis bujur adalah garis-garis lurus yang saling tegak lurus satu sama lain.

  Garis loxodrome (haluan kapal) juga merupakan garis lurus.
Dipeta garis loxodrome memotong bujur-bujur atas sudut yang sama.

  Sudut antara garis haluan dibumi sama dengan dipeta.

  Katulistiwa dan lintang sejajar satu sama lain demikian juga
bujur- bujur sejajar satu sama lain. Katulistiwa dan lintang tegak lurus bujur-bujur.

  Skala bujur tetap. 





Skala Lintang dan Skala Bujur pada Peta Mercator

  Skala lintang :
1. Terdapat dikiri/kanan pinggiran peta.
2. 1º skala lintang = 60 mil laut.
3. Skala lintang dipakai untuk mengukur jarak.

  Skala Bujur :
1. Terdapat dipinggir atas/bawah peta.

 2. Skala bujur berdasarkan katulistiwa.
3. Skala bujur hanya dipakai untuk menentukan bujurnya suatu tempat bukan untuk mengukur jarak. 


4 Agustus 2021

Deviasi dan Sembir

Deviasi

Jika haluan kapal berubah, maka kutub-kutub magnit remanen akan berubah tempat juga, sehingga pengaruhnya terhadap pedoman magnit pun akan berubah. Karena pengaruh magnit remanen inilah maka jarum atau batang magnit tidak lagi mengarah ke Utara/Selatan magnit melainkan ke Utara/Selatan Pedoman. Sudut antara Utara Magnit dan Utara Pedoman itu dinamakan DEVIASI.

Catatan :
Deviasi positif (+) jikalau Utara Pedoman berada dikanan (Timur) Utara Magnit dan Deviasi negative (-) jikalau Utara Pedoman berada dikiri (Barat) Utara Magnit.


Perhatikan gambar diatas !
UM = Utara Magnit
UP  = Utara Pedoman
Pada gambar A = Deviasi (+) karena UP Timur/dikanan UM

Pada gambar b = Deviasi (-) karena UP Barat/dikiri UM

Sembir (Salah Tunjuk)
Yang dimaksud dengan Sembir adalah perbedaan sudut antara US dan UP.
Sembir positif (+), jikalau Utara Pedoman berada disebelah kanan (Timur) dari Utara Sejati (diA),
Sembir negative (-), jikalau Utara Pedoman berada disebelah kiri (Barat) dari Utara Sejati (di B).



Rumusnya menjadi :
Sembir = Variasi + Deviasi

Turunannya menjadi :
Variasi  = Sembir – Deviasi
Deviasi = Sembir – Variasi

Contoh Soal :
1. Hitunglah Sembir bila diketahui Variasi +3० dan Deviasi -5०. Lukislah juga keadaan itu !

Penyelesaian :
Sembir  = Variasi + Deviasi 
Sembir = (+3०) + (-5०)
Sembir  = -2

Lukisan





2. Hitunglah Variasi jika diketahui Sembir +2
०  dan Deviasi +5०. Lukislah juga keadaan itu !

Penyelesaian
Variasi  = Sembir – Deviasi
Variasi  = (+2०)  –  (+5०)
Variasi = -3

Lukisan

(Sumber : Buku Pelayaran Kapal Perikanan, Kemdikbud)


Variasi dan Cara Menghitung Perubahannya

 

Variasi ialah sudut yang diukur pada suatu tempat, yang merupakan sebuah sudut antara Utara Sejati (US) dan Utara Magnit (UM). 
Nilai Variasi tergantung dari dua hal yaitu :
1. Letak atau posisi diatas bumi
2. Waktu atau Tahun



Perhatikan gambar diatas !
Di A : Variasi positif (+) atau Timur, karena UM berada dikanan US
Di B : Variasi negative (-) atau Barat , karena UM berada disebelah kiri US
Tetapi nilai Variasi di A, tidak sama dengan nilai Variasi di B. Disini terlihat bahwa nilai Variasi tergantung dari letak tempat dibumi. 

Perubahan Tahunan Variasi.
Perubahan Tahunan Variasi dapat dinyatakan dengan 2 cara:
Ditulis perubahan tahunannya sekian menit Barat atau sekian menit Timur

Contoh : 
Pada Mawar Pedoman di Peta Tahun 1970 nilai Variasi ditulis 30' Barat, perubahan tahunannya 5’ Timur, Hitung nilai Variasi pada tahun 2007 !

Penyelesaian Perhitungan Perubahan Variasinya adalah sebagai berikut :
Perubahan Variasi dari Tahun 1970 s/d 2007 yaitu selama 37 tahun. = 37 x 5’ = 185’= 3०
 05’ Timur,
Jadi Variasi pada tahun 2007 ialah = 
3० Barat + 3० 05’Timur = 05’ Timur atau Variasi = + 05'

Contoh lain :
Nilai Variasi tahunan 1997 ialah 2
० T, perubahan tahunannya 6' T. Hitung nilai Variasi pada tahun 2007 !

Penyelesaian Perhitungan Perubahan Variasinya adalah sebagai berikut :
Perubahan Variasi dari Tahun 1997 s/d 2007 yaitu selama 10 tahun = 10 x 6’ = 60’ = 1
 Timur.
Jadi nilai Variasi pada tahun 2007 ialah = 
2० T + 1 T = 3० Timur atau (+ 2)+(+1) = 3

Catatan :
Jika ada tertulis increasing atau decreasing annually sekian menit artinya adalah:
Increasing berarti ditambah, Decreasing berarti dikurangi yang bertambah dan berkurang adalah nilai atau besarnya Variasi.

Contoh :
Variasi ditahun 1997 ialah 4
० B, increasing annually 6’. Hitung nilai Variasi tahun 2007 !

Penyelesaian :
Berarti dalam 10 tahun nilai Variasinya bertambah dengan 6 x 10’= 60’= 1. Jadi nilai Variasi pada tahun 2007 adalah = 4० B+ 1० = 5 B

Contoh yang lain :
Variasi ditahun 1997 ialah 
1 B, decreasing annually 12’. Hitung nilai Variasi pada tahun 2007 !

Penyelesaian :
Berarti dalam 10 tahun nilai Variasi berkurang dengan 10 x 12’ = 120’ = 2.
Jadi nilai Variasi ditahun 2007 ialah = (
1 B) - (2० ) = 1० B = +1 T.

Catatan.
ISOGONE    : adalah garis dipeta yang melalui tempat tempat dengan nilai Variasi yang sama.
AGONE        : adalah garis dipeta yang melalui tempat tempat dengan nilai Variasi Nol.


(Sumber : Buku Pelayaran Kapal Perikanan, Kemdikbud)

Cara Mencegah Polusi Minyak Di Laut (Annex I)

  Pencegahan oil spil atau tumpahan minyak dari kapal dan untuk menjaga laut lebih aman dari polusi minyak adalah tanggung jawab awak kapal....